silver laptop on white table

Perkembangan dari CAD ke Builidng Information Modeling, Apa yang ingin saya tunjukkan kepada Anda adalah bahwa BIM bukanlah monster yang muncul tiba-tiba tetapi jalan dari CAD ke BIM hanyalah cara yang wajar untuk ditempuh.Pada akhir 80-an, karena kemajuan grafik komputer, industri AEC mulai mengadopsi CAD 2D untuk menggantikan gambar tangan untuk membuat gambar teknik. Representasi dasar 2D dari informasi teknik tetap sama tetapi hanya alat yang diubah menjadi perangkat lunak CAD 2D di komputer. Jadi, kita dapat mengatakan apa yang dilakukan CAD 2D hanyalah digitalisasi gambar teknik. Kemudian, ketika CAD 3D diperkenalkan, seorang arsitek dapat menggunakannya sebagai alat desain untuk mengekspresikan ide desainnya secara langsung dalam ruang 3D virtual. Representasi tidak lagi dibatasi oleh media 2D.


Namun, untuk insinyur bangunan dan sipil, tugas desain lebih dari sekadar bentuk geometris. Oleh karena itu, CAD 3D masih belum menjadi alat desain yang memadai bagi para insinyur meskipun sangat membantu. Pada tahun 90-an, beberapa upaya penelitian yang dimulai dari Universitas Stanford mulai mempromosikan aplikasi 4D CAD. CAD 4D mengintegrasikan komponen model CAD 3D dengan waktu yang sesuai atau informasi terkait jadwal dalam proyek AEC untuk mensimulasikan proses konstruksi. Ini membantu memfasilitasi koordinasi tim, mengurangi konflik desain dan konstruksi, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dengan visualisasi informasi sebelum pekerjaan konstruksi sebenarnya dimulai dan selama konstruksi.


Proses

Kemudian, orang mulai menambahkan lebih banyak dimensi di atasnya, misalnya, menambahkan informasi terkait biaya untuk membuat 5D CAD. Meskipun CAD 4D sangat membantu, pembangunan model 4D dengan menghubungkan entitas geometris dengan jadwal yang sesuai merupakan tugas yang sangat padat karya dan memakan waktu.
Pada awal tahun 2000, BIM muncul sebagai teknologi baru dalam industri MEA. Ini adalah pendekatan berbasis model untuk memberikan cara yang lebih baik kepada industri dalam mengelola informasi teknik yang diperlukan untuk kolaborasi dan pengambilan keputusan di sepanjang siklus hidup aset yang dibangun. Dengan teknologi BIM, kita dapat melakukan konstruksi virtual di ruang digital terlebih dahulu. Setelah kami puas dengan proses dan hasil yang direncanakan, kami kemudian dapat terlibat dalam konstruksi nyata. Seperti yang Anda lihat di sini, konstruksi sebenarnya harus mengikuti konstruksi virtual dengan sangat baik.
Dalam pendekatan BIM, informasi teknik dikelola dalam model digital. Model ini terdiri dari elemen yang sesuai dengan objek atau komponen nyata unik di dunia fisik. Berbeda dengan manajemen informasi dalam gambar 2D tradisional, pendekatan berbasis model ini secara signifikan meningkatkan konsistensi manajemen informasi, terutama yang berkaitan dengan informasi produk.

 

2D Ke 3D

Saat ini, jika Anda memodifikasi gambar 2D, Anda perlu memastikan semua gambar 2D terkait lainnya juga dimodifikasi untuk menjaga konsistensi informasi. Ini bukan tugas yang mudah karena ini adalah tugas manusia dan hubungan gambar bisa sangat rumit, terutama dalam proyek besar. Dalam pendekatan BIM, informasi dikelola dalam model BIM 3D dan semua gambar 2D yang diperlukan secara otomatis dibuat oleh komputer. Oleh karena itu, modifikasi apa pun dalam model BIM dapat dengan mudah diperbarui ke gambar 2D terkait.
Sejak diperkenalkannya manajemen konstruksi di akhir tahun 80-an, manajemen informasi proses dalam industri AEC telah maju secara signifikan. Namun, pengelolaan informasi produk telah lama terhalang oleh keterbatasan gambar 2D.

Tanpa cara yang lebih baik untuk mengelola informasi produk, kemajuan manajemen konstruksi juga terhambat. Sekarang, dengan BIM, tidak diragukan lagi manajemen informasi produk yang lebih baik didukung dan proses manajemen informasi yang lebih baik akan datang. Bagi industri AEC, perkembangan ini merupakan hal baru. Tetapi jika kita melihat industri manufaktur, kita dapat melihat dengan jelas bahwa industri manufaktur melanjutkan perjalanannya dari pemodelan CAD geometris ke pemodelan berbasis fitur dan berorientasi objek seperti BIM di tahun 90-an dan seterusnya. Mereka sekarang berbicara tentang Industri 4.0. Dalam hal ini, industri AEC mengikuti jejak industri manufaktur dan itulah mengapa saya mengatakan "BIM adalah cara yang wajar untuk maju" meskipun kami tidak memiliki kendali atas langkahnya.

BIM Sebuah Revolusi


Apakah BIM merupakan evolusi atau revolusi? Menurut saya, Builidng Information Modeling merupakan evolusi dari sudut pandang kemajuan industri AEC dalam adopsi teknologi informasi dan teknologi manajemen. Dan, BIM bisa menjadi revolusi karena merupakan pergeseran paradigma dan membuka pintu untuk merevolusi model bisnis dalam industri MEA. Jadi, menurut saya BIM adalah “Revolusi dalam Evolusi”.

 

Read More

 Buat Aplikasi Tanpa Belajar Coding apakah bisa ? saya juga baru tahu belakangan ada website yang bisa buat aplikasi tanpa belajar coding. langsung aja deh kita coba sekarang. 

Buka Website adalo .com

Buat Aplikasi Tanpa Belajar Coding

Karena saya masih belum tahu apakah ini beneran bisa atau enggak saya mulai dengan watch Video dulu ya. kira-kira seperti ini isi videonya 


Isi dari video di halam depan ini menjelaskan tentang pengenalan dari apa saja fitur yang ada, kemudian sedikit cara penjelasan mudahnya penggunannya. selanjutnya saya akan langsung saya akan daftar 


Sing Up Pada Website

Setelah menekan tombol sing up maka akan muncu form seperti ini.
isi alamat email, pasword akun adalo, nama lengkap, terakhir baca dulu adalo termsnya kalau pelu, kalau nggak perlu seperti saya langsung centrang aja box sebelahnya dan klik Let's Do This! .

Pilihan Awal Pembuatan Aplikasi

Setlah itu di tawarkan 3 step. Pada step pertama ada dua pilihan membuat aplikasi website atau handphone. Karena saya mau buat palikasi Hanphone saya pilih yang sebelah kiri. kemudian tekan Next.



Pada step kedua di tawarkan template. Pada bagian awal ini ada 5 template dan satu template blank. saya pilih yang Coaching. kemudian tekan Next.

 Pada step ketiga akan ada form nama aplikasi yang kan dibuat, keudian warna yang ada dalam platfoarm nantinya. saya memilih warna hitam dan abu-abu sesuai dengan blog saya ini dan nama aplikasinya juga Ahmad Salim Muttaqin Blog. Kemudian Tekan Create.

Tahapan Awal selesai, kemudian ada tawaran untuk belajar lagi lewat video maka saya mulai menonton videonya terlebih dahulu.

Penjelasan pada video tersebut adalah cara ngkat untuk buat database pada pengguna aplikasi kita dan diberikan contoh untuk pembuatan perjalanan.

Pembuatan Aplikasi

Dalam Hal ini saya mau membuat aplikasi untuk blog saya ini. dan seperti ini tampilan awal dari pembuatan aplikasi ini. 
Untuk memperbesar dan mengecilkan gambar preview aplikasi yang kita miliki sebalah kanan dengan menggunakan tombol Ctrl + Scroll Mouse. 


Setalah 2 jam lebih ngulik akhirnya aplikasi sederhana saya ini jadi. dengan bentuk seperti ini.

Penyesaian

Setelah itu langsung saja saya menekan tombol Centang dua atau Publish. kemudian muncul pulihan mau di publish di android, iphone atau website. Karena saya pakai android maka saya pilih android.Kemudian awalnya sedikit takut ternyata perlu Upgrade. 

Setelah itu karena saya penasaran harganya berapa saya tekan saja tombol Upgradenya. 
ternyata ada freenyam, akan tetapi saat memilih yang free tombol Next tidak bisa di klik.

Yasudahlah akhirnya saya mengurungkan diri untuk Publish. Kemudian saya buka-buka kembali ada tombol share. Setelah itu ada Barcode yang mengajak scan untuk instal.
Ternayata tidak menginstal aplikasi melainkan menjadi aplikasi yang bisa di buka oleh web browser. untuk ngintip-ngintip silahkan scan aja QR code di atas. semoga membantu. Buat Aplikasi Tanpa Belajar Coding
 










Read More
Pemandian pemandangan indah di Bandung - Libur akhir tahun 2018 dihabiskan dengan hanya tidur-tiduran dan membersihkan ruang kamar saja. Ditambahlagi sedikit sakit juga ikut menyerang al hasil liburan cuman berada di atas tempat tidur. Tapi jangan khawatir ini tetap ada kisah perjalanan setelah orang lain selsesai liburan.

Taman Love Soreang

Baru sekitar 3 bulan aku pindah ke kota baru ini yaitu Bandung. Di kota ini memliki banyak sekali perbedaan dengan kota asalku Medan. Mungkin bakalan aku tulis di kontent lainnya. Kota ini cukup memberikan banyak memberikan banyak objek wisata yang menarik dan juga unik. Mulai dari alun-alun kota yang sangat hijau dan ramai penggunjung sampai sekedar jalan beraga yang di penuhi penjual lukisan dan cafe yang cukup terkenal.

Selatan Kota Bandung

Kali ini aku akan berjalan ke sebuah pemandian di ujung selatan Kota bandung. Karena rumah kontrakanku berada di Utara Kota Bandung, maka perjalanan kali ini membelah kota bandung menjadi 2 bagian. jaraknya kalau dilihat dari google maps sekitar 25 kilometer dari kontrakan sedangkan kalau dari pusat kota bandung mungkin sekitar 18 kilometer.

Di perjalanan saat sudah keluar kota Bandung sedikit terdapat pemandangan persawahan danjuga dengan latar belakang pegununggan. Tak begitu menakjubkan karena pemandangan dari luar jendela rumahku di Medan juga sawah. Lama tempuh perjalanan adalah sekitar 1 jam 15 menit. Jalan yang dilewati tidak begitu lebar dan juga banyak juga kendaraan besar seperti truck dan bus di jalan itu.

Tiket yang Terjangkau


Sesampainya di Taman Love Soreang, setiap orang dikutip dengan karcis masuk dengan harga Rp. 10.000,- / orang. dengan harga segitu tidak dikutip lagi untuk uang parkir, jadi mau bawa kendaraan mobil ataupun sepeda motor sama saja. Setelah masuk ke dalam kita langsung di suguhi pemandangan pegununggan dan bebas duduk di bawah tenda merah. Di dekat tenda ada spot foto bagus buat selfie ataupun untuk foto beramai-ramai. Untuk sekedar melepas rasa lelah kita di perbolehkan untuk duduk tanpa memesan makanan sedikitpun. Aku baru tahu ternyata itu bagunan dari cafe yang disediakan lokasi ini saat pulang.
Taman Love Soreang

Taman Love Soreang

Taman Love Soreang


Tujuan utama ke Taman Love Soreang ini adalah untuk berenang dengan pemandangan bukit dan beberapa pemukiman. Ternyata memasuki area kolam renang dikenakan biaya Rp. 25.000,- / orang. Hal ini wajar saja karena di dalam area kolam renang ada pesawat. Pesawat ini tentu saja bukan untuk diterbangkan, tapi hanya untuk property foto dan menambah wawasan edukasi untuk anak-anak.

Taman Love Soreang

Di pinggiran kolam renang terdapat banyak meja dan juga tempat duduk untuk meletakkan barang-barang atau hanya untuk bersantai. Pemandangan dari tempat duduk pinggiran kolam juga sangat indah seperti melihat ke layar dekstop PC ada kolam renang dengan berlatar belakangkan perbukitan dan sedikit perkotaan. Saat kami berkunjunjung adalah siang hari sehingga hijaunya pemandangan sangat memanjakan mata. Kalau tidak salah pemandangan malam harinya juga sangat indah dengan lampu-lampu kota Bandung.

Taman Love Soreang

Tak tahan melihat air buka baju buka celana langsung nyebur deh ke kolam. Air kolam ini cukup sejuk ditengah terik matahari yang menyengat Soreang waktu itu. Nggak kebayang kalau berenang malam hari mungkin bisa masuk angin. Berenanang dengan pemandangan indah memang sesuatu hal yang menyenangkan dilibur panjang kali ini.

Taman Love Soreang

Taman Love Soreang

Family Freindly


Semakin sore semakin ramai saja yang berdatangan ke tempat ini. Mungkin saya sarankan kalau mau pergi ke tempat ini datanglah pukul 10 sampai 12 karena masih tidak begitu ramai sehingga bisa puas mengambil foto dan berenang dengan leluasa. Kebanyakan yang datang ke sini adalah keluarga kecil dengan anak 2 orang.

Taman Love Soreang

Setelah puas berenang kami sholat zuhur sebnentar dan memesan makan di cafe di luar area kolam renang. harga makanannya Lumayan terjangkau sekitaran Rp. 20.000,- sampai Rp. 45.000,-. Saat melihat menu makanan kalau biasanya terselip foto makanan ternyata ada foto orang di atas pesawat. Di atasnya bener-bener di atas bukan di bagian dalam. Pingin foto seperti itu juga cuman energy dah habis duluan dan sudah males masuk area kolam lagi. Mungkin lain waktu dengan orang yang berbeda bisa foto di atas pesawat deh.

Perjalanan pulang di sinari oleh matahari yang terik dan beberapa pemandangan persawahan seperti pergi tadi. Seperti biasa selalu perjalanan poulang akan terasa lebih cepat ketimbang perjalanan pergi. Sekian kisah kali ini mengenai Pemandian pemandangan indah di Bandung, kalau ada waktu pingin singgah ke sini lagi lain waktu.

Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda