Buat Aplikasi Tanpa Belajar Coding apakah bisa ? saya juga baru tahu belakangan ada website yang bisa buat aplikasi tanpa belajar coding. langsung aja deh kita coba sekarang. 

Buka Website adalo .com

Buat Aplikasi Tanpa Belajar Coding

Karena saya masih belum tahu apakah ini beneran bisa atau enggak saya mulai dengan watch Video dulu ya. kira-kira seperti ini isi videonya 


Isi dari video di halam depan ini menjelaskan tentang pengenalan dari apa saja fitur yang ada, kemudian sedikit cara penjelasan mudahnya penggunannya. selanjutnya saya akan langsung saya akan daftar 


Sing Up Pada Website

Setelah menekan tombol sing up maka akan muncu form seperti ini.
isi alamat email, pasword akun adalo, nama lengkap, terakhir baca dulu adalo termsnya kalau pelu, kalau nggak perlu seperti saya langsung centrang aja box sebelahnya dan klik Let's Do This! .

Pilihan Awal Pembuatan Aplikasi

Setlah itu di tawarkan 3 step. Pada step pertama ada dua pilihan membuat aplikasi website atau handphone. Karena saya mau buat palikasi Hanphone saya pilih yang sebelah kiri. kemudian tekan Next.



Pada step kedua di tawarkan template. Pada bagian awal ini ada 5 template dan satu template blank. saya pilih yang Coaching. kemudian tekan Next.

 Pada step ketiga akan ada form nama aplikasi yang kan dibuat, keudian warna yang ada dalam platfoarm nantinya. saya memilih warna hitam dan abu-abu sesuai dengan blog saya ini dan nama aplikasinya juga Ahmad Salim Muttaqin Blog. Kemudian Tekan Create.

Tahapan Awal selesai, kemudian ada tawaran untuk belajar lagi lewat video maka saya mulai menonton videonya terlebih dahulu.

Penjelasan pada video tersebut adalah cara ngkat untuk buat database pada pengguna aplikasi kita dan diberikan contoh untuk pembuatan perjalanan.

Pembuatan Aplikasi

Dalam Hal ini saya mau membuat aplikasi untuk blog saya ini. dan seperti ini tampilan awal dari pembuatan aplikasi ini. 
Untuk memperbesar dan mengecilkan gambar preview aplikasi yang kita miliki sebalah kanan dengan menggunakan tombol Ctrl + Scroll Mouse. 


Setalah 2 jam lebih ngulik akhirnya aplikasi sederhana saya ini jadi. dengan bentuk seperti ini.

Penyesaian

Setelah itu langsung saja saya menekan tombol Centang dua atau Publish. kemudian muncul pulihan mau di publish di android, iphone atau website. Karena saya pakai android maka saya pilih android.Kemudian awalnya sedikit takut ternyata perlu Upgrade. 

Setelah itu karena saya penasaran harganya berapa saya tekan saja tombol Upgradenya. 
ternyata ada freenyam, akan tetapi saat memilih yang free tombol Next tidak bisa di klik.

Yasudahlah akhirnya saya mengurungkan diri untuk Publish. Kemudian saya buka-buka kembali ada tombol share. Setelah itu ada Barcode yang mengajak scan untuk instal.
Ternayata tidak menginstal aplikasi melainkan menjadi aplikasi yang bisa di buka oleh web browser. untuk ngintip-ngintip silahkan scan aja QR code di atas. semoga membantu. Buat Aplikasi Tanpa Belajar Coding
 










Read More
Pemandian pemandangan indah di Bandung - Libur akhir tahun 2018 dihabiskan dengan hanya tidur-tiduran dan membersihkan ruang kamar saja. Ditambahlagi sedikit sakit juga ikut menyerang al hasil liburan cuman berada di atas tempat tidur. Tapi jangan khawatir ini tetap ada kisah perjalanan setelah orang lain selsesai liburan.

Taman Love Soreang

Baru sekitar 3 bulan aku pindah ke kota baru ini yaitu Bandung. Di kota ini memliki banyak sekali perbedaan dengan kota asalku Medan. Mungkin bakalan aku tulis di kontent lainnya. Kota ini cukup memberikan banyak memberikan banyak objek wisata yang menarik dan juga unik. Mulai dari alun-alun kota yang sangat hijau dan ramai penggunjung sampai sekedar jalan beraga yang di penuhi penjual lukisan dan cafe yang cukup terkenal.

Selatan Kota Bandung

Kali ini aku akan berjalan ke sebuah pemandian di ujung selatan Kota bandung. Karena rumah kontrakanku berada di Utara Kota Bandung, maka perjalanan kali ini membelah kota bandung menjadi 2 bagian. jaraknya kalau dilihat dari google maps sekitar 25 kilometer dari kontrakan sedangkan kalau dari pusat kota bandung mungkin sekitar 18 kilometer.

Di perjalanan saat sudah keluar kota Bandung sedikit terdapat pemandangan persawahan danjuga dengan latar belakang pegununggan. Tak begitu menakjubkan karena pemandangan dari luar jendela rumahku di Medan juga sawah. Lama tempuh perjalanan adalah sekitar 1 jam 15 menit. Jalan yang dilewati tidak begitu lebar dan juga banyak juga kendaraan besar seperti truck dan bus di jalan itu.

Tiket yang Terjangkau


Sesampainya di Taman Love Soreang, setiap orang dikutip dengan karcis masuk dengan harga Rp. 10.000,- / orang. dengan harga segitu tidak dikutip lagi untuk uang parkir, jadi mau bawa kendaraan mobil ataupun sepeda motor sama saja. Setelah masuk ke dalam kita langsung di suguhi pemandangan pegununggan dan bebas duduk di bawah tenda merah. Di dekat tenda ada spot foto bagus buat selfie ataupun untuk foto beramai-ramai. Untuk sekedar melepas rasa lelah kita di perbolehkan untuk duduk tanpa memesan makanan sedikitpun. Aku baru tahu ternyata itu bagunan dari cafe yang disediakan lokasi ini saat pulang.
Taman Love Soreang

Taman Love Soreang

Taman Love Soreang


Tujuan utama ke Taman Love Soreang ini adalah untuk berenang dengan pemandangan bukit dan beberapa pemukiman. Ternyata memasuki area kolam renang dikenakan biaya Rp. 25.000,- / orang. Hal ini wajar saja karena di dalam area kolam renang ada pesawat. Pesawat ini tentu saja bukan untuk diterbangkan, tapi hanya untuk property foto dan menambah wawasan edukasi untuk anak-anak.

Taman Love Soreang

Di pinggiran kolam renang terdapat banyak meja dan juga tempat duduk untuk meletakkan barang-barang atau hanya untuk bersantai. Pemandangan dari tempat duduk pinggiran kolam juga sangat indah seperti melihat ke layar dekstop PC ada kolam renang dengan berlatar belakangkan perbukitan dan sedikit perkotaan. Saat kami berkunjunjung adalah siang hari sehingga hijaunya pemandangan sangat memanjakan mata. Kalau tidak salah pemandangan malam harinya juga sangat indah dengan lampu-lampu kota Bandung.

Taman Love Soreang

Tak tahan melihat air buka baju buka celana langsung nyebur deh ke kolam. Air kolam ini cukup sejuk ditengah terik matahari yang menyengat Soreang waktu itu. Nggak kebayang kalau berenang malam hari mungkin bisa masuk angin. Berenanang dengan pemandangan indah memang sesuatu hal yang menyenangkan dilibur panjang kali ini.

Taman Love Soreang

Taman Love Soreang

Family Freindly


Semakin sore semakin ramai saja yang berdatangan ke tempat ini. Mungkin saya sarankan kalau mau pergi ke tempat ini datanglah pukul 10 sampai 12 karena masih tidak begitu ramai sehingga bisa puas mengambil foto dan berenang dengan leluasa. Kebanyakan yang datang ke sini adalah keluarga kecil dengan anak 2 orang.

Taman Love Soreang

Setelah puas berenang kami sholat zuhur sebnentar dan memesan makan di cafe di luar area kolam renang. harga makanannya Lumayan terjangkau sekitaran Rp. 20.000,- sampai Rp. 45.000,-. Saat melihat menu makanan kalau biasanya terselip foto makanan ternyata ada foto orang di atas pesawat. Di atasnya bener-bener di atas bukan di bagian dalam. Pingin foto seperti itu juga cuman energy dah habis duluan dan sudah males masuk area kolam lagi. Mungkin lain waktu dengan orang yang berbeda bisa foto di atas pesawat deh.

Perjalanan pulang di sinari oleh matahari yang terik dan beberapa pemandangan persawahan seperti pergi tadi. Seperti biasa selalu perjalanan poulang akan terasa lebih cepat ketimbang perjalanan pergi. Sekian kisah kali ini mengenai Pemandian pemandangan indah di Bandung, kalau ada waktu pingin singgah ke sini lagi lain waktu.

Read More
Perjalanan Malam Menuju Menara Pandang Tele - "Kita berangkat jam 8 malam ya" Ini adalah pesan dari salah satu aplikasi dari smartphone ini. Ini adalah sebuah pesan berisikn tentang akan jadwal pergi ke luar kota bareng trip kali ini. Perjalanan ini dimulai agak terlambat dari jadwal yang dijanjikan itu. Sebelum berangkat kami akan menjemput satu orang lagi yang berada di Hotel. 

Perjalananpun dimulai, sepanjang perjalanan karena ini perjalanan malam tak banyak yang bisa diceritakan karena kebanyakan kami hanya tidur. Seperti biasa perjalanan kalau keliling Sumatera Utara selalu disambut oleh jalan yang berlubang. Sampai tiba kami jumpa mesjid terakhir yang mungkin ditemui oleh kami untuk melaksanakan sholat subuh.

Subuh yang Dingin


Kami tiba sebelum subuh, udara  disini sangat dingin dan rasanya sangat malas untuk keluar dari mobil. Saat pintu mobil dibuka sedikit saja udara sangat dingin mulai masuk kedalam mobil dan salah satu teman kami berkata "tutup pintunya!!".

Saat waktunya subuh telah tiba, akan tetapi tak ada warga sekitar yang datang ke mesjid, yang ada juga cuman turis seperti kami yang berhenti untuk sholat juga. Alhasil dengan tangan dan kaki yang mulai membeku Aku kumandangkan azan sekaligus Iqomah, agar si Vicky bisa jadi Imam hehe. Selesai subuh yang cukup dingin itu kami melanjutkan perjalanan ke Menara Pandang Tele.

Tiba di Menara Pandang Tele


menara Pandang tele
Menara Pandang Tele



Menara Pandang Tele ini adlaah salah satu tempat yang memiliki 4 pemandangan sekaligus, mulai dari Air Terjun, Pegunungan Bukit Barisan, Danau Toba dan juga Pemandangan Pulau Samosir. Sehingga dari sudut pandang ini orang akan menikmati begitu indahnya ciptaan Yang Maha Kuasa. Di tempat ini kalian bisa mengambil banyak foto yang cantik-cantik. Ada beberapa pondok kecil di bawahnya yang juga bisa dijadikan objek foto dengan latar belakang danau toba. dari menara pandang ini juga terasa udayang yang cukup dingin kala itu. 

"Dek bayar kalau mau naik menara" Saut ibu-ibu edikit berteriak saat kami akan menaiki. 

"Iya bu, bukan di situ ya bayarnya?" Om vicky menunjuk post biasa membayarnya.


"Sini aja belum ada yang jaga" Kata ibu itu.

"Ini bu, dingin kali ya hari ini" Sambil mengeluarkan uang untuk membayar.

" iya dingin" ibu itu merapatkan kedua ujung jakerah jaketnya.

Pada hari biasanya cuaca tidak sedingin itu. mungkin kami lagi beruntung makanya dapat cuaca yang membuat perjalanan ini lebih menyenangkan. Harga untuk naik Menara Pandang Tele ini adalah Rp. 2.000,- per orang. jadi nggak mahal mahal banget juga. Selain itu nggak ada kutipan parkir  lagi jika singgah di sini. Sampai puas-puas foto kami pun melanjutkan perjalanan ini lagi.

Sarapan yang Enak


Sebelum kami memasuki pante (Pinggiran air seperti sungai dan danau kalau di Sumatera Utara sering jug di sebut pante) kami singgah ke rumah makan untuk sarapan pagi. Entah kenapa pagi itu perut cukup terasa lapar. Padahal malamnya sepanjang perjalanan ada di sediakan beberapa makanan ringan agar tidak kelaparan, Mante banget Trip Juara ini. Makan lah kami di salah satu rumah makan padang yang ada di pullau samosir ini. Rasa makanannya sangat nikmat karena sambil laper hehe. Perjalanan Malam Menuju Menara Pandang Tele


Bersambung ke Postingan selanjutnya.

ini bagi yang males baca 
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda